Rabu, 10 April 2013

narkoba bahaya dan upaya pencegahannya serta penjelasan

NARKOTIKA merupakan bahan yang sangat berbahaya yang dapat melumpuhkan daya pikir yang jernih serta dapat mempengaruhi susunan saraf sentral yang sifatnya membius dan dapat menimbulkan ketergantungan bagi pemakainya. Orang yang telah mengkonsumsi narkotika akan tenggelam dalam suasana mental yang buruk dan cenderung mengarah pada tindak kriminalitas.

DAMPAK YANG DITIMBULKAN perubahan perilaku menjadi perilaku antisosial gangguan kesehatan, menurunkan produktivitas kerja secara drastis mempertinggi jumlah kecelakaan lalu lintas, kriminalitas, dan tindak kekerasan lainnya. mudahnya terjadi komplikasi medik berupa kelainan paru, gangguan fungsi liver, hepatetis, dan penularan HIV/AIDS karena pemakaian jarum suntik secara bergantian Kerusakan otak yang diakibatkan tidak bisa diperbandingkan dengan kerugian finansial

Penggunaan Jarum Suntik & HIV/AIDS di Dunia
  1. Diperkirakan terdapat 13.2 juta pengguna jarum suntik di dunia.
  2. Penggunaan jarum suntik sudah dilaporkan di 134 negara
  3. Di 114 di antaranya melaporkan adanya HIV di kalangan pengguna narkoba suntiknya
  4. Epidemi di kalangan pengguna narkoba suntik menunjukkan adanya keragaman pada berbagai tingkat, tingkat regional maupun tingkat negara
  5. Epidemi di kalangan pengguna narkoba suntik menyumbang banyak pada epidemi di Asia
LANJUTAN Secara ekonomi, angka dari Badan Narkotika Nasional membuat orang terperangah. Kerugian keuangan masyarakat mencapai Rp 23,6 triliun, Rp 11,36 triliun di antaranya untuk belanja narkoba. Diperkirakan, tanpa adanya pencegahan yang serius, dalam lima tahun ke depan masyarakat dirugikan Rp 207 triliun per tahun, demikian laporan Badan Narkotika Nasional (BNN). Kerusakan penyalahgunaan narkoba dari hari ke hari semakin mengerikan, menyangkut gradasi kerusakan maupun tingkat keluasannya. Daya rusak dan akibatnya tidak kalah mengerikan dibanding korupsi.

Kerja Narkoba
  • Otak adalah organ yg dpt memberikan informasi ttg siapa diri kita, apa yg sdg kita kerjakan dan apa yg telah kita lakukan
  • SSP juga mengendalikan beberapa fungsi penting pada organ tubuh yg mengatur detak jantung, tekanan darah, pernafasan  dan lain-lain.
  • Fungsi ini akan terpengaruh jika seseorang m’gunakan narkoba dgn kata lain organ lain ikut berubah fungsinya   

PENANGGULANGAN Di bentuknya BNN( badan narkotika nasional) untuk penanganan penyalahgunaan narkoba level nasional MENJAGA KEHARMONISAN KELUARGA

C. Tujuan Penyuluhan.
  •  Agar generasi muda ditanah air bisa memahami betapa mengerikan dan berbahayanya akibat penyalah gunaan narkotika dan obat-obat terlarang lainnya.
  •  Untuk mengajak generasi mudah di Tanah Air pada khususya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya, agar sedini mungkin menjauhi atau menghindari segala hal yang berbau narkoba.
  • Berikan informasi dan solusi yang sangat berharga kepada generasi muda di Tanah Air bahwa narkoba selain berdampak pada aspek hukum juga berdampak pada persoalan medis dan spikis. Menghimbau pada generasi muda di Tanah Air agar selalu waspada dan berhati-hati terhadap masuknya narkoba ke wilayah/lingkungan/sekolah.
D. Metode Penyuluhan
  1. Ceramah umum, untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi dan menyebabkan orang dapat kecanduan narkoba.
  2. Demonstrasi, karena cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertujukkan kepada sasaran suatu proses, situasi/benda tertentu yang sedang diberitahukan baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh sumber.
  3.  Metode tanya jawab karena berusaha menanyakan kepada sasaran apakah telah mengetahui fakta-fakta yang terjadi pada sikorban narkotika.
Penyuluhan narkoba adalah sebuah upaya secara sadar dan berencana yang dilakukan untuk memperbaiki prilaku manusia, sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan, yakni pada tingkat sebelum seseorang menggunakan narkoba, agar mampu menghindar dari penyalahgunaannya. Upaya ini diharapkan efektif karena ditujukan pada mereka yang belum pernah menggunakan atau sudah menggunakan pada tingkat coba-coba. Sebaliknya perlu kewaspadaan dalam memberikan informasi dan penyuluhan tentang narkoba kepada anakm dan remja karena dapat membangkitkan keingintahuan dan mencoba. Sasaran dari upaya ini juga termasuk orang-orang dengan resiko tinggi yang memiliki masalah yang tidak mampu dipecahkan sendiri, sehingga dalam kehidupannya sering mencari pemecahan keliru, seperti prilaku untuk mencari kepuasan sementara melalui penggunaan narkoba.

Beberapa model pendekatan yang dapat digunakan dalam penyuluhan narkoba:

a. Pendekatan pemberian informasi

Model ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan efeknya akan membawa perubahan sikap dan menurunnya prilaku penyalahgunaan narkoba. Umumnya informasi yang diberikan kepada remaja cenderung menakuti-nakuti, tetapi untuk sasaran yang berpendidikan rendah mungkin pesan tersebut bisa diterima tetapi sebaliknya bagi beberapa kelompok yang menilainya terlalu berlebihan.

b. Pendekatan edukasi afektif

Model ini ditujukan pada pengembangan interpersonal dan sosial dengan meningkatkan :

    *   Pengertian tentang diri sendiri dan menerimanya melalui kegiatan konseling

    *  Kemampuan keterampilan hidup dan interpersonal (life interpersonal skill).

Pendekatan edukatif saja tidak akan berhasil, oleh karena itu upaya ini harus dikombinasikan dengan upaya yang menekankan pada

kemampuan keterampilan sosial mengatasi tekanan dari teman sebaya.

c. Pendekatan alternatif

Model ini bertujuan menjalin kerjasama dalam tim dan meningkatkan kerjasama dan peningktan rasa percaya diri melalui berbagai kegiatan seperti relaksasi, meditasi, olahraga dan pendidikan keterampilan. Ada 3 kegiatan pada pendekatan ini, yaitu:

1. Menyediakan berbagai macam aktivitas sesuai kebutuhan

2. Mendukung remaja untuk mengikuti kegiatan yang positif.

3. Memberikan kesempatan untuk mengembangkan inisiatif sendiri untuk beraktivitas.

Beberapa aktifitas yang dapat diberikan pada pendekatan ini:

1. Aktivitas dalam bidang hiburan

2. Aktivitas akademik

3. Aktivitas olahraga

4. Aktivitas kegiatan keagamaan

5. Aktivitas yang berhubungan dengan hobi.

d. Pendekatan ketahanan sosial

Pendekatan ini memperkenalkan siatuasi dimana penyalahgunaan

terjadi karena pengaruh tekanan teman sebaya adalah sangat besar.

Tujuan pendekatan ini adalah:

1. Meningkatkan keterampilan diri untuk mampu menolak tawaran narkoba.

2. Mampu menyatakan keinginan dengan cara yang baik dan dapat diterima oleh lingkungan.

3. Mampu membina komunikasi yang lebih efektif dengan guru, orang tua dan teman sebaya.

e. Pendekatan peningkatan kemampuan

Pendekatan ini dipusatkan pada interaksi diantara individu yang bersangkutan dan lingkungannya dengan menekankan pada

pengembangan serta penggunaan keterampilan dalam bersosialisasi.
Tujuan penyuluhan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan tingkat kemakmuran, maka umumnya penyuluhan ditujukan untuk memperkenalkan cara-cara yang baru, dan dalam setiap kegiatannya ditujukan kepada adanya perubahan sikap mental dan cara bekerja. Penyuluhan biasanya mengkombinasikan belajar sambil berbuat, dimana contoh-contoh nyata diajukan sehingga masyarakat terangsang untuk meniru dan meningkatkan keterampilan dapat terbina (Assegaf, 1987:51-52).

Penyuluhann narkoba dilakukan dari sekokla ke sekolah lain

Tak pelak lagi penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa demikian tinggi saat ini, memprihatinkan kita semua.

Indonesia tidak lagi menjadi wilayah lintasan sindikat narkoba semata, tetapi sudah menjadi negara peredaran narkoba secara internasional. Bahkan, sudah dianggap negara produsen narkoba, seperti ganja, ekstasi, heroin, sabu-sabu dll mengingat banyaknya pabrik narkoba yang terbongkar dalam beberapa tahun belakangan ini, di antaranya beromset miliaran rupiah sebulan.

Justru itu sangat berat bagi pemerintah bila harus memerangi sindikat jaringan penyebaran narkoba jika tidak dibantu oleh seluruh elemen masyarakat. Bahkan, mengatasi atau menampung dan mengobati penderita (korban) narkoba saja tidak akan mampu saking banyaknya penderita narkoba saat ini.

Sebab, penanganan korban narkoba tidak bisa disamakan dengan pelaku kriminal biasa. Mereka memerlukan terapi khusus jika ingin ke luar dari kecanduan narkoba. Pasca pengobatan pun mereka harus diawasi agar tidak bergabung kembali dengan masyarakat atau kumpulan pecandu narkoba.

Hemat kita, acara temu kader Penyuluhan Pemberantasan, Pencegahan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Lingkungan Pendidikan SLTP-SLTA di Provinsi Sumatera Utara yang diadakan di Hotel Asean Medan, patut diberi apresiasi, dan kita mengharapkan dari pertemuan itu diperoleh solusi yang tepat dalam upaya mengatasi semakin banyaknya korban dan meluasnya jaringan narkoba di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

iklan sponsor dari kliksaya